TAMAN TINO SIDIN
MUSEUM, GALERI & RUANG SENI

“Kalau ada Taman Ismail Marzuki, maka saya bikin Taman Tino Sidin” letup Pak Tino mengungkapkan hasrat besarnya untuk menaungi sanggar-sanggar yang beliau asuh di Jakarta pada tahun 1980-an.

Taman Tino Sidin ini diharapkan menjadi wadah besar aktifitas seni untuk anak-anak.Taman adalah kata yang dipilih Pak Tino sendiri, karena taman adalah tempat yang menyenangkan bagi siapa saja, tempat yang menyegarkan, tempat berkreasi sekaligus rekreasi. Begitu pula dengan Taman Tino Sidin adalah tempat mekar dan berseminya kreativitas khususnya anak-anak.

Sebagai Museum, Taman Tino Sidin berfungsi sebagai 'tetenger' Pak Tino sekaligus ruang edukasi bagi anak-anak sebagaimana hasrat besar beliau. Sebagai Galeri, Taman ini adalah tempat rekreasi sekaligus mata air inspirasi bagi semua khalayak. Dan sebagai Ruang Seni, Taman ini adalah ruang kerja kreatif dan berkomunitas.

“Cita-cita Bapak agar Taman Tino Sidin nyata ada, berkembang, dan bermanfaat sampai sekarang masih menjadi harapan besar keluarga,” kata Titik Sidin, putri bungsu Pak Tino.

“Tino Sidin berhasil meragakan betapa sederhananya usaha untuk meletakkan dasar-dasar kuat bagi seorang anak agar dia gemar menggambar dan bagaimana selanjutnya anak itu sanggup mengembangkan daya ciptanya secara mandiri. Lebih dari penguasaan keterampilan menggambar, anak akhirnya menemukan kepuasaan dalam ‘mencipta’.”

Fuad Hassan,

Guru Besar Universitas Indonesia, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI (tahun 1987 - 1994).