Koleksi Taman Tino Sidin

Tino Sidin 2Saat ini terdapat 115 sketsa hitam putih dan 35 sketsa cat dan spidol. Menurut sahabat beliau Bapak Daoed Joesoef, Pak Tino telah membuat sketsa yang bernilai dokumenter di samping bernilai seni. Hal ini khususnya ketika Pak Tino menjadi saksi perjalanan Divisi Siliwangi merebut kembali pertahanan RI di Jawa Barat.

Tema sketsa Pak Tino sangat variatif, ada yang mengenai lanskap, kehidupan sehari-hari, potret figur, objek/benda dan kegiatan/kejadian khusus. Ada pula sekitar 31 lukisan dengan teknik cat minyak dan cat acrylic. Dan 1 lukisan berukuran 4,85 m x 1,35 m bertajuk Jaka Tarub (1968).

Mikke Susanto menjelaskan bahwa secara umum maupun visual, lukisan Pak Tino bercerita mengenai seluruh aspek kehidupan sehari-hari di kampung. Beliau tidaklah melukis realitas, tetapi lebih melukis emosi, perasaan dan suasana yang dilihatnya. Walaupun tampak sederhana lukisan beliau secara konseptual tidak sesederhana sketsa-sketsanya.

Ada pula buku mengambar bagi anak-anak seperti Gemar Menggambar Bersama Pak Tino Sidin (Kanisius 1975), Ayo Menggambar (Balai Pustaka) dan Menggambar dengan Huruf (Karya Unipress 1992) yang menjadi buku paling efektif dalam pola pengajaran menggambar.

Vas Bunga dan Boneka, Tino Sidin, 1992Pak Tino juga menghasilkan komik dewasa di tahun 1953, Harimau Gadungan dan Kalau Ibuku Pilih Menantu. Komik anak-anak seperti Anjing, Bandung Lautan Api, Bawang Putih Bawang Merah, Ibu Pertiwi, Serial Pak Kumis, Membalas Jasa dan beberapa judul lainnya. Di samping komik, juga ada buku cerita seri mewarnai bertajuk Membaca Mewarnai Merakit.

Museum ini menyajikan seluruh aspek kehidupan Pak Tino bahkan yang belum banyak diketahui khalayak. Pak Tino adalah pejuang kemerdekaan, aktif di kepanduan, palang merah, art director beberapa film, pemain film, penulis, guru kebatinan yang dekat dengan Bung Karno dan Pak Harto.

Taman Tino Sidin juga memiliki koleksi foto-foto, kliping media massa, surat-surat pribadi, testimoni para sahabat dan murid beliau, selebaran peristiwa, sertifikat maupun penghargaan yang pernah diterima Pak Tino Sidin.

Taman ini juga menyimpan memorabilia Pak Tino, mulai dari koleksi baretnya yang terkenal, kacamata, penghargaan, cat dan kuas yang pernah beliau gunakan.

Kedepannya pihak Taman Tino Sidin juga berusaha menambah koleksinya seperti rekaman siaran program Gemar Menggambar dari TVRI dan TPI serta film Dokumenter Pendek Terbaik FFI 2015 ‘Tino Sidin Sang Guru Gambar’.