Taman Tino Sidin

Dibuka oleh Prof. Mohammad Nuh (Menteri Pendidikan & Kebudayaan RI) pada 4 Oktober 2014. Setelah bertahun-tahun menjadi ide, Taman Tino Sidin akhirnya terealisasikan di rumah Pak Tino di Jalan Tino Sidin 297, Kadipiro, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul.

Taman Tino Sidin adalah tetenger atau museum kecil sosok pribadi Pak Tino melalui pendokumentasian karya lukis, sketsa, memorabilia, buku dan arsip-arsip pribadi.

Dari Taman Tino Sidin inilah cita-cita, semangat dan kegembiraan Pak Tino akan pengembangan kreativitas khususnya bagi anak-anak dimulai. Dari Taman ini kata-kata ‘Ya... Bagus!’, ‘Teruskan, Jangan Takut-takut!’ dan garis lurus dan garis lengkung kembali didengungkan untuk menginspirasi anak-anak untuk ‘Gemar Menggambar’ tanpa rasa takut, bebas berimajinasi dan penuh suka cita.

Menurut arsitek Yoshi Fajar Kresno Murti, Taman Tino Sidin mensinergikan antara fungsi rumah tinggal, museum dan ruang publik; dan didesain dengan konsep yang cair, hangat, multifungsi dan menginspirasi. Museum ini dirancang dengan mengindahkan iklim tropis, ruangan dengan sirkulasi udara yang terus berganti dan jendela yang banyak sehingga cahaya dapat menerangi dengan bebas dan hemat energi listrik. Penggunaan bata ekspos dan kayu menyajikan estetika yang menarik, sederhana tetapi sangat nyaman sebagai tempat berkreasi dan rekreasi.

Tanpa merubah desain asli tempat tinggal Pak Tino maka kenangan, semangat dan harapan beliau dapat terus dilestarikan. Penambahan galeri pamer karya dan memorabilia di bagian selatan bangunan adalah sebagai tetenger warisan seni beliau. Terpampang sketsa-sketsa, lukisan, hingga barang pribadi bahkan testemoni dari para sahabat, murid dan pejabat.

Sedangkan di bagian utara terdapat ruang multi guna yang dapat menjadi galeri pamer, ruang pelatihan, ruang seni sekaligus sanggar menggambar anak-anak yang dapat pula sebagai tempat sarasehan dan diskusi yang nyaman bagi segala komunitas seni dan sosial. Galeri pamer ini juga dapat difungsikan untuk memajang karya para perupa anak-anak maupun seniman secara umum.

Dalam pengembangan selanjutnya Taman Tino Sidin juga akan dilengkapi dengan fasilitas audio visual dan perpustakaan sehingga dapat menjadi sumber informasi dan edukasi bagi anak-anak dan masyarakat.

“Beliau adalah salah seorang tokoh yang mengajarkan kepada kita semua tentang betapa pentingnya kreativitas dikembangkan pada anak-anak sejak usia dini. Dengan demikian maka kelak kita akan memiliki sumber daya manusia yang unggul dan kreatif di masa depan.”

Seto Mulyadi (Kak Seto),

ahli dan praktisi pendidikan anak.